Pembelajaran Coding dan AI di SMP Labschool Jakarta

Mengasah Kreativitas Digital: Pembelajaran Coding & AI di SMP Labschool Jakarta

Di era digital yang terus bergerak cepat, SMP Labschool Jakarta membuktikan dirinya sebagai pionir dalam mengintegrasikan pembelajaran coding dan AI secara interaktif dan aplikatif. Tidak hanya sebagai tempat belajar, Labschool menjadikan siswanya sebagai pencipta teknologi, bukan sekadar pengguna teknik semata.

Coding & AI: Fondasi Masa Depan

Pada 17 Juni 2025, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengunjungi SMP Labschool Jakarta dan menegaskan pentingnya generasi muda dibekali keterampilan digital sejak dini. Ia mengajak siswa untuk menjadi kreator teknologi, bukan hanya konsumennya—bagaimanapun juga coding dan AI adalah mata pelajaran masa depan (wapresri.go.id).

Belajar Lewat Proyek dan Kolaborasi

Pembelajaran di Labschool bukan lagi teori semata. Siswa kelas VII dan VIII aktif membuat presentasi menggunakan Canva, berdiskusi melalui Zoom, dan mengembangkan proyek tim.

Salah satu alat utama pembelajaran adalah Minecraft Education Edition—platform yang membuat konsep logika (if‑loop‑sequence) menjadi permainan interaktif. Dalam proyek unggulan, siswa menduplikasi Jalan Radin Inten II ke dalam Minecraft sebagai hasil coding yang dipresentasikan kepada Wakil Presiden yang bahkan ikut masuk ke dunia virtual tersebut (suaramerdeka.com).

Untuk memperdalam pemahaman coding, berikut dua video YouTube rekomendasi yang sering dipakai sebagai materi pembelajaran di Labschool:

Suara Para Pendidik

🔹 Omjay (Wijaya Kusumah, Guru Informatika)

“Saya merasa sangat antusias dan termotivasi untuk terus mengeksplorasi dunia AI dan coding. Aktivitas coding di Minecraft menantang logika dan kreativitas siswa. Sangat mengasyikkan untuk dipelajari.”
Omjay juga menekankan bahwa guru berperan sebagai fasilitator; siswa dimotivasi untuk aktif mencari dan menyampaikan informasi sendiri (melintas.id, melintas.id).

 

🔹 Dr Yati Suwartini, M.Pd. (Kepala Sekolah)

“Kami arahkan teknologi ini untuk melatih anak berpikir kritis. Dengan project‑based learning, kami kuatkan kolaborasi dan kemandirian siswa. Mereka bisa menciptakan sesuatu berdasarkan pembelajaran AI dan coding.”
Menurut Dr. Yati, metode ini membuat siswa percaya diri dan siap menghadapi tantangan dunia digital (wapresri.go.id).

🔹 Ramli Zainal, Guru Informatika

“Melihat antusiasme siswa dalam belajar coding dan AI sangat menggembirakan. Kami berusaha menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan sekaligus menantang agar siswa tidak hanya paham teori, tapi juga mampu berkreasi dan berinovasi dengan teknologi.”

Suara Siswa Labschool

🔹 Kyogi Alghani Mannaf, Siswa Labschool

“Belajar coding dan AI di Labschool sangat menyenangkan karena kami bisa langsung membuat proyek nyata. Minecraft membantu saya memahami logika pemrograman dengan cara yang seru dan mudah dipahami. Saya merasa lebih percaya diri menghadapi teknologi masa depan.”

🔹 Bagas Arshafin, Siswa Labschool

“Saya suka bagaimana kami diajarkan untuk berpikir kreatif dan logis melalui coding. Dengan AI, saya bisa melihat bagaimana teknologi bisa membantu memecahkan masalah sehari-hari dengan cara yang inovatif.”

🔹 Muhammad Nadhif Abianto, Siswa Labschool

“Pembelajaran coding dan AI membuat saya lebih siap menghadapi tantangan digital. Saya merasa tertantang untuk terus belajar dan mencoba hal baru, terutama saat mengerjakan proyek bersama teman-teman.”

Suara Mahasiswa UNJ

🔹 Rubiq Rachul Chaeruman

“Melihat adik-adik SMP Labschool yang sudah mengenal coding dan AI sejak dini sangat menginspirasi. Ini bukti bahwa pendidikan teknologi bisa dimulai dari jenjang dasar untuk menciptakan inovator masa depan.”

🔹 Varden Yehezkiel Hamjaya

“Saya salut dengan metode pembelajaran Labschool yang menggabungkan teknologi dan kreativitas. Hal ini mempersiapkan siswa tidak hanya untuk dunia akademik tapi juga dunia kerja nantinya.”

🔹 Bambang Setiawan Mauludin

“Kolaborasi antara UNJ dan SMP Labschool dalam program ini sangat penting. Kami berharap lebih banyak institusi pendidikan yang menerapkan pembelajaran serupa untuk mendorong literasi digital generasi muda.”

🔹 Ayu Parnida Sinaga

“Pendekatan project-based learning di Labschool sangat efektif. Siswa tidak hanya belajar teori tapi juga langsung praktik, sehingga pemahaman tentang coding dan AI jadi lebih mendalam.”

🔹 Divia Ramadhani Najwa

“Melihat antusiasme siswa SMP Labschool dalam menggunakan teknologi canggih seperti AI membuat saya optimis masa depan pendidikan Indonesia akan semakin maju dan merata.”

Nilai Edukatif: Etika, Kreativitas & Kolaborasi

Labschool menekankan penggunaan AI secara etis, dan menanamkan kesadaran bahwa teknologi harus dipakai untuk membangun, bukan mengambil jalan pintas jawaban instan (melintas.id, nasional.kompas.com).

Kerjasama dengan Microsoft Indonesia, Universitas Negeri Jakarta (UNJ), serta dukungan dari pemerintah menguatkan ekosistem pendidikan teknologi di sekolah ini (man9-jkt.sch.id).

Menjadi Generasi Pencipta Teknologi

Implementasi coding dan AI di Labschool tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tapi juga membentuk karakter: rasa ingin tahu, kepemimpinan, kreativitas, dan tanggung jawab sosial. Model ini juga menjadi inspirasi bagi sekolah di daerah terpencil (3T) agar dapat mengejar ketertinggalan pendidikan teknologi (lpmpdki.kemdikbud.go.id).

Penutup

SMP Labschool Jakarta membuktikan bahwa pendidikan berbasis teknologi—dengan pendekatan yang menyenangkan, bermakna, dan konteks nyata—adalah masa depan pendidikan. Guru seperti Omjay, kepala sekolah seperti Dr. Yati, bersama seluruh ekosistem pendukung, menunjukkan bahwa siswa bukan hanya menjadi pengguna teknologi, tapi menjadi pencipta dan pemecah masalah.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Rangkuman Bab 1

Rangkuman Bab 4